CARA INSTALASI DAN KONFIGURASI SERVER DEBIAN 6 PADA VIRTUALBOX
Selamat Malam, malam ini saya akan memberikan tutorial Instalasi dan konfigurasi server debian 6
Ga pake basa -basi
BAHAN :
Download dulu virtualboxnya disini
dan debiannya disini
- setelah kita download Virtualboxnya kita buka, dan klik New
- kita beri nama pada kolom name, dan pilih OS yang kita inginkan. disini saya akan memilih os linux dan versinya debian
- lalu kita atur ram sesuai kebutuhan, selanjutnya next
- next sampai muncul atur hardisk, oiya setelah itu pilih yang dynamic Expanding Storage
- saatnya atur hardisk sesuai kebutuhan (untuk lokasi hardisk biarin di default aja) dan klik finish
- lalu klik setting pilih storage
- klik empety
- lalu pada atributes kita klik icon folder dan cari filie ISO yang ada di komputer kita
- selanjut masi di menu setting, dan pilih network
- pilih yang adapter 2,lalu centang enable network adapter dan attached to pilih yang host-only adapter
- Instalasi system operasi siap dilakukan:
- Memilih bahasa instalasi:
- Memilih area negara yang sesuai, karena tidak ada Indonesia kiata pilih yang other :
- Memilih bagian negara, pilih yang asia :
- Memilih negara sesuai selera :
- Konfigurasi papan ketik, pilih “Inggris Amerika” :
- mengatur jaringan, pilih “eth0: Intel Corporation 8254DEM Gigabit Ethernet Controller” lalu enter:
- lalu kita cancel konfigurasi DHCP
- Koonfigurasi ip address secara manual
- Masukkan IP address eth0 atau internet
- Lalu di Continue saja
- Muncul Lembar pengisian hostname, lalu isi misal Jagat :
- Muncul lembar pengisian domain name, Masukkan nama domain. Lalu isi misal jagatalam.com :
- Muncul lembar pengisian password untuk root, isikan sesuai keinginan, misalnya 123:
- Membuat user baru (dalam contoh “jagat”) jika meminta verifikasi akun, masukkan nama akun tersebut :
- Mengisikan password user yang kita buat, misalnya 123 jika muncul lembar verifikasi password masukkan password tadi :
- Pilih zona waktu, lalu “enter”:
- Pemilihan metode partisi, jika ingin manual pilih “Manual”
- Muncul tampilan seperti gambar dibawah, langsung pilih “enter” saja:
- Muncul lembar overview partisi yang memberikan informasi tentang partisi yang ingin kita lakukan, lalu pilih “Free Space”
- Pilih “create new partition”
- Tentukan kapasitas root
- Pilih yang “Primary”
- Jika berhasil tampilan akan seperti ini
- Lalu buat partisi baru seperti cara di atas, lalu pilih yang “Logical”
- Lalu buat satu partisi lagi, pilih “Logical” lalu pilih “use as”
- Pilih “Swap area”
- Lalu pilih “finish partitioning and write change to disk”
- Jika ada pertanyaan “write the changes to disk?” pilih “yes”:
- Jika ada pertanyaan “scan another CD or DVD?” pilih “No”
- Jika ada pertanyaan “use a network mirror?” pilih “No”
- Jika ada pertanyaan “Participate in the package usage survey?” pilih “Yes”
- Pilih software yang akan di install pilih “Standard system utilities” pilih "continue"
- lalu install GRUB BOOT LOADER pilih “Yes”
- instalasi selesai pilih “continue”
- Login sebagai root
- Ketikan perintah untuk mengedit interface menggunakan editor nano seperti berikut:
- Lalu “allow-hotplug” menjadi “auto eth0”
- Tambahkan IP eth1
- Dan tambahkan ip virtual
- Lalu simpan konfigurasi tersebut, dengan cara CTRL + O dan exit CTRL+X
- restart konfigurasi tersebut
3.4. Domain Name Server
- Install paket Bind 9 lalu masukkan cd 1 dan tekan “Y” untuk melanjutkan:
- Masuk kedirektori bind9
- Lalu ketikkan skrip berikut, “cp db.l27 db.192 (oktat pertama ip eth0)” cp db.local db.jagat (nama domain)
- lalu ketikkan nano db.129
- lalu localhost ganti dengan nama domain kalian, ganti 1.0.0 dengan host ip eth0 dan 1, 2, 3 host ip virtual tambahkan beberapa domain
- simpan konfigurasi tersebut
- lalu masuk ke db.domain, disini saya mengunakan CNAME
- Simpan file tersebut dengan cara menekan ctrl+x, kemudian tekan tombol y kemudian enter
- lalu masuk ke hosts
- tambahnkan ip eth0 dan domain, ip virtual dan sub domain
- Simpan file tersebut dengan cara menekan ctrl+x, kemudian tekan tombol y kemudian enter:
- lalu masuk ke zones
- ubah localhost jadi nama domain dan db.domain kalian, seperti ini
- Simpan file tersebut dengan cara menekan ctrl+x, kemudian tekan tombol y kemudian enter:
- masuk ke resolv
- tambahnkan domain kita dan ubah host eth0
- Simpan file tersebut dengan cara menekan ctrl+x, kemudian tekan tombol y kemudian enter:
- lalu kita restart konfigurasi bind
- kita nslooukp domain kita
- sekarang kita konfigurasi ip pada client, double click pada local area connection.
- pilih versi 4 dan double click
- masukkan ip eth1 (pada ip address) dan eth0 (pada dns server)
- kita nslookup pada client di CMD
Comments
Post a Comment